Showing posts with label Quote. Show all posts

#13


Ketika badanmu tidak mampu terangkat dari kasur, 
mungkin ia sedang merindukan mimpi – mimpi yang sulit membuatmu terbangun.

Ketika matamu terpejam erat, 
mungkin ia sedang mencoba membayangkan pergi ke tempat yang paling  jauh.

Ketika jari tanganmu saling melipat kuat, 
mungkin ia sedang berdoa untuk kebahagiaan.

Ketika kakimu lurus selonjor, 
mungkin ia sedang ingin beradu lari dengan angin di alam bebas.

Ketika mulutmu terkatup erat,
mungkin ia sedang berpikir : bagaimana caranya untuk memulai ?

Tegak,


"Kamu adalah batu yang terkeras yang pernah ada, yang menantang angin di tengah deburan ombak, yang tak terkalahkan. Terpancang tegak menantang, menatap lautan biru nan luas, dan tak gentar.

Dunia tidak bisa mendiktemu dalam keangguhannya, merekalah yang akan melihatmu dengan menutup malu... 




menulis,

Ada yang menulis sebagai profesi, karya yang menghidupinya.
Ada yang menulis sebagai terapi, hidup yang menghidupinya. 

SMS,

Saat malam dengan lamunan, tiba-tiba sms masuk :
"Pada awalnya semua orang bangga dengan pililhanya. Tapi pada akhirnya, tidak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dipilihnya mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikannya. Karena yang tersulit bukanlah memilih, tapi bertahan pada pilihan. Right ?"
Ya, kita akan dihadapkan dengan banyak pilihan. Merah. Biru. Kuning. Putih. Hitam. Kalau memilih karena terdesak, suatu saat nanti kita akan tersentak, karena yang sempurna cuma ada di impian. Selebihnya, hanya pahit. Sebelum ingin merasakan manis, lebih baik mempersiapkan lidah untuk pahit. Agar tidak main-main dengan pilihan.

Karena yang tersulit bukanlah memilih, tapi bertahan pada pilihan...

Tulis,

Aku masih menulismu 
mengendap-endap, 
diam-diam,
Ku tulis lewat tenang
...  
 

Kamu Tahu ?


Kamu tahu apa itu ketenangan ?
Adalah aliran sungai yang mengalir dengan santai. Kemudian ada dedaunan yang mengikuti alurnya. Terbawa aliran itu sampai jauh tanpa diminta. Keasyikannya melebihi bianglala di pasar malam atau permainan lain yang kubayangkan. Rasanya seperti menikmati masakan lezat di bawah lampu taman warna jingga dengan minuman hangat. Ada seorang pelayan yang ramah menawarkan kita makan dan minum saat habis. Duduk berhadapan denganmu. Kita bicara dengan pelan dan perlahan. Kamu anggun dengan tawa kecil dan pakaian yang telah dipersiapan dengan detail. Ya, hanya kita berdua.

Kamu tahu apa itu kejujuran ?
Adalah pertanyaan yang sering keluar yang tidak pernah diinginkan itu. Itu menandakan semakin penting keberadaanmu. Seperti malam yang tidak bisa membuatku tidur. Darah yang mengalir kencang melewati urat – urat nadi. Mungkin nadiku diciptakan hanya untuk menyampaikan pesan ketika merindu. Setiap malam yang terjaga, selalu bermimpi di tempat kamu berada. Seperti bunyi pukulan penjaga malam di tiang listrik tiap jam, menandakan betapa sering aku mengingatmu tiap malam. Binatang malam yang bosan mendengar umpatan, karena mereka mengacaukan ingatan saat bersamamu ditiap gerakan. Ya, hanya aku dan ingatanku.

Kamu tahu apa itu kekuatiran ?
Adalah segala cara apapun yang bisa ditukar dengan bahagiaku, jika aku mendengar kamu mengerang kesakitan. Jika aku tahu, hidupmu diratapi dengan kesendirian dan kesakitan. Seperti para pecandu yang tidak tahu cara menikmati hidup. Aku bersedia mengantarmu ke tempat yang tidak pernah di sentuh siapapun. Demi apapun aku bersedia menemani saat kesendirian hinggap. Seperti para pemusik dengan saxophone dan piano mengalun irama musik jazz, penuh improvisasi nada minor yang mengejutkan namun enak dinikmati. Atau kamu ingin badut warna warni berbentuk kartun yang didandani sedemikan rupa, aku akan menyiapkan peluru untuk melucu kapan pun. Ini sulit bagiku. Tapi okelah. Demi sebuah jenuh yang saling bergiliran. Semua harus kembali utuh dengan lengkuk senyum yang pertama kali saat manusia percaya kebahagiaan. Ya, hanya aku dan sakitmu.

Kamu tahu apa itu kesendirian ?
Adalah segala cara dilakukan di tempat keramaian demi kesenangan. Seperti keutuhan dalam perjalanan yang tidak pernah habis dimaki. Seperti berjalan di garis pantai menatap ke depan dengan pandangan yang luas, terkaget, ternyata aku jalan sendiri. Kesendirian adalah paradoks : sepi yang selalu ada di tempat ramai. Seperti dua mata sisi mata uang yang tidak akan laku jika tidak ada sisi lain. Sepi adalah keengganan berdiri asyik dengan lamunan yang tidak kunjung selesai. Sepi adalah kemuakan dengan rumus relativitas yang tergantung dari subjektivitas. Kamu adalah rumus absolut, kata Newton berada dimana pun dalam ruang dan waktu. Ya, keheningan yang paling senyap adalah penuh harapan kebersamaan.


Ungkap,

Kejujuran yang terungkap lebih baik dari pada rayuan yang membohongi.

Saya percaya kejujuran tentang perasaan memberi arti penting dari keberadaan. Kejujuran yang tidak sengaja terungkap adalah lebih baik dari pada mengendap. Adalah baik bagi seorang manusia punya perasaan terus menerus ditunjukan agar dirinya merasa lebih baik. Karena ia sedang berdamai dengan dirinya sendiri. 
Rayuan hanya kebohongan omong kosong. Rayuan hanya akan membawa sesat. Bedil tanpa peluru. Rayuan adalah bualan kampungan yang tidak pernah laku dijual. Rayuan adalah kejatuhan bagi perasaan. Begitu meracuni. 


Syukur

Aku mengucap syukur kepada Tuhanku setiap kali mengingat kamu.. 

#9

Angin semilir masuki permukaan kulit yang berkeringat. Masuk dari celah kemeja lusuh. Kemeja biru diantaranya ada  gulungan lengan. Kamu tidak terlihat letih, kawan?
Ah, letih hanya sesaat. Mimpi lah yang kekal.

Juga alur air permukaan sungai. Bergejolak dalam riak. Setenang itu air mengalun lembut di antaranya ikan - ikan menyembul tanda kehidupan. kamu terlihat bosan kawan?
Ah, apalah bosan. Besok pun bangkit lagi.

Kamu telentang leher kau letakan di bantal. Bisa dengan mudah bergerak sesuka hati. Corat coret dinding masih jadi pengingat. Ada sebagian tanda perhatian. Tanda tanda kekejaman waktu yang menguber laiknya penjahat. Kamu terlihat gentar?
Ah, kamu bisa saja. Ini hanya sebentar.
...

Tahu,

Kasih tidak pantas diadu.
Malaikat juga tidak usah tahu.
Biarkan cuma aku.
Lagi pula, Aku tidak sedang berlomba.
Tidak ingin juga jadi juara.


Berubah,

"Jika nanti aku berubah dan bukan diriku lagi, 
Tolong bawa aku pulang dengan Kasih .." 

- dari Nova Margareth. S.P - 

Buku,



Kamu adalah buku yang tidak pernah habis kubaca ...