#16

Ribuan jarak dimulai dari satu langkah kaki. Keinginan kecil berkelindan dengan mimpi yang lama –lama membesar. Keraguan yang kemarin, akhirnya menjadi sebuah kepastian. Saya percaya setiap orang punya energi positif dalam dirinya. Apalagi kalau energi itu berada di sebuah ruangan yang memiliki energi yang sama. Hari itu saya merasakannya.

Saya sudah lama tidak berpikir keras dan berperasaan lunak. Sudah lama saya menyimpan sisa – sisa histeria kalau di kerumunan orang banyak. Lebih baik menyelinap di sudut lalu memperhatikan seksama orang – orang yang bersorak. Tapi hari itu, saya pemainnya.

Semua bersorak. Dan saya merasakan ada sesuatu yang baru di tengah kerumunan itu.

Setiap kali saya mengingat hari itu, semakin percaya bahwa ingatan positif akan membawamu selalu semangat menempuh hari – hari yang akan datang. Saya akan merawat ingatan ini. Ingatan yang sorak sorai penuh keceriaan.

Memang benar,  kamu perlu memberikan dirimu untuk bergerak, menggoyangkan kaki, menari, dan berjoget indah. Yang indahnya tarian itu hanya kamu yang tahu. Tidak peduli dengan orang lain. Yang penting bergerak dan menari.

Suatu saat nanti, saya akan membuka catatan – catatan ini dengan pelan – pelan, memperhatikan foto orang – orang yang dulu ikut dalam memberikan energi ini. Suatu saat saya akan berterimakasih untuk setiap simpul yang saling memberikan diri untuk saling menyemangati bagi setiap orang yang lelah dalam perjalanan.

Terimkasih teman – teman, saya berhutang keceriaan dengan kalian.

PK 55 Pusaka Nusantara





Bangun!


Kamu sudah terlalu lama beristirahat, banyak hal menunggumu di depan sana. Jangan terkesima dengan euforia, jangan terlalu lama merayakan kemenangan. Waktu terus berjalan. Pagi tidak bisa menunggumu tidak terbit, hanya karna kamu belum bangun dari kasurmu. Bergeraklah, cuci muka!

Buku – buku disampingmu, rindu untuk diraba dengan penuh gairah. Layar laptopmu menunggu untuk diperhatikan dengan seksama, tutsnya sudah lama tidak kamu jamah. Pergilah ke kamar mandi, bangun dan bergeraklah!

Lupakan kebiasaan buruk yang menunggu sampai senja, lakukan sepagi mungkin, bangunlah sebelum ayam berkokok. Bergeraklah!

Lihat pagi yang kamu sering kali kamu doakan, agar lebih baik, agar doa – doamu terkabul. Hari tidak lagi menungggu keresahanmu, hari – hari sudah bosan dengan seribu alasanmu. Berhentilah gunakan otak pintarmu untuk mencari – cari alasan.

Pergilah ke tempat – tempat dimana ilmu bisa dicari, bangunlah pagi sebelum matahari terbit untuk memulai harimu. Kamu sudah terlalu beristirahat. Jangan tidur lagi!

Euforia Kemenangan

Aku harus berterimakasih kepada Pemilik semesta dan segala isinya, karena Dia yang memberikan kesempatan untuk menikmati proses yang berjalan waktu demi waktu diantara kegalauan demi kegalauan. Hampir kehabisan tenaga aku dibuatnya , tapi menyerah bukan lah pilihan untuk mereka yang sudah berani mempersiapkan kekalahan. Akhirnya, doa itu pun dijawab.

Ini tahun baru, dan doaku didengar. Aku merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia. Bahwa akhirnya titik terang itu kelihatan. Labirin waktu yang sempat membuatku bingung, ternyata punya jalan keluar. Paling tidak, aku telah mengakhiri doa terbaikku, dan mulai membangun doa lagi.
 
Terimakasih Pemilik semesta untuk segala kesempatan. Entah Bagaimana aku mengucap syukur. Lidahku kelu dan pikiranku melambung ke belakang, kekuatan yang bersumber dari kekuatiran malah menjadi kesenangan tersendiri. Terimakasih semesta.

Mulai sekarang, aku tidak miliki ambisi sehebat kemarin. Aku akan mengikuti alur dan angin yang berhembus, kemana angin itu membawa pergi. Aku tidak punya lagi keinginan yang memuncak selain menjalani hari – hari ini lebih teliti dan detail mempersiapkan mimpi dan imajinasi yang ada.

Aku ingin menjadi pribadi yang tidak pernah lelah mengucap syukur. Proses ini menyadarkan bahwa, “setia pada proses” itu lebih baik dari apapun. Mungkin aku beruntung, punya rekaman atas proses itu, sehingga aku bisa melihatnya dengan penuh antusias untuk waktu yang telah lewat, karena tidak ada fragmen waktu yang terjadi sepotong.  Posisi pada titik ini adalah konsekuensi atas keberadaan setiap bagian yang selalu terkait : orang – orangnya, gagalnya, lelahnya, kegalauannya, dan semuanya yang memberikan kekuatan untuk terus hidup.

Setiap tahun punya ceritanya masing – masing, dan kiranya tahun ini menjadi tahun yang terbaik dari sepanjang tahun yang lalu, karena tahun ini menjadi tahun yang menggenapi pertanyaan – pertanyaan yang lalu, kekuatiran yang lalu, juga ketakutan yang lalu.

Terimakasih  Tuhan yang di atas sana, Terimakasih Tuhan yang Maha Baik dan Maha Asyik, Terimkasih Pemilik semesta, Terimkasih telah menjawb doaku di tahun yang lalu, terima Kasih sekali lagi ...

Tuhan yang Maha Baik

Tuhan yang Maha baik, dimanakah hati yang terbuka itu, dimanakah langkah yang yakin itu? Jika pagi – pagi aku terbangun dengan mimpi buruk, hingga aku bangun dengan terburu – buru. Hati yang tertuju pada ketakutan demi ketakutan. Dimana petunjuk yang benar itu?

Tuhan yang Maha Baik, berilah terang yang terpancar di celah – celah lorong hitam ini, seringkali aku tersesat, karena labirin – labirin di lorong itu begitu ribet.  Hingga aku tersandung pada batu yang sama berkali – kali. Bolehkah aku keluar untuk meragukan petunjuk itu.

Tuhan yang Maha Baik, katanya ikutilah angin yang tersepoi, kemana pun perginya, hingga aku tahu kemana garis akhirnya, tapi dimanakah jalannya, semua gelap dan tidak ada cahaya. Apakah angin itu sedang bercanda, hingga membawaku bermain, tapi apakah aku kurang piknik, sampai aku dibawa bermain – main.

Tuhan yang Maha Baik, katanya berharaplah walau kecil, tapi harapan kecil membuat malas bergerak kemana pun, lalu untuk apa lagi punya harapan, harapan yang kecil sama saja tidak usah miliki harapan, bukan ? jangan – jangan memang harapan hanya ilusi di pagi hari, karena  mabuk semalam.

Tuhan yang Maha Baik,  mohon kasih tahu, dimana jalan keluar, sehingga tidak perlu mencari jalan sendirian, aku seringkali takut dan lemah, tidak ada kah jalan lain, atau kalau ini permainan, selesaikan saja permainan ini, lalu ulangi dari awal di tempat bermain yang  beda.

Tuhan yang Maha Baik, Kalau pagi – pagi ada orang yang meracau, masihkah didengar suaranya, padahal Ia sendiri juga ragu – ragu, apakah ada yang mendengar,

Tuhan yang Maha Baik, benar dan salah itu relatif kan, tergantung sudut pandang siapa dan dimana, hingga yang salah bisa juga benar, dan yang benar juga bisa salah, jadi jangan benarkan dan salahkan aku ya, kalau aku mulai menyalahkan kebenaran, dan membenarkan kesalahan,

Tuhan yang Maha Baik, Masakah tidak mendengar suara manusia yang daif ini, berilah sedikit saja, celah itu, sehingga aku tahu dimana cahaya di jalan keluar itu.


#15

Jalan yang kemarin baru kelihatan. Ini Perjalanan yang tidak pernah habis. Aku sudah melangkah sejauh ini dengan langkah yakin tapi gontai. Suatu kali aku pernah berpikir, “kelak siapa yang bisa kamu yakini, jika meyakinkan diri sendiri saja tidak mampu,”

Ada kalanya kamu lelah, namun juga tidak mau menyerah. Percobaan demi percobaan memberikan gambaran, bahwa sesungguhnya manusia yang paling baik adalah mereka yang ingin terus maju, walau langkahmu terayun pelan dengan ragu.

Aku jadi ingat, kata – kata seorang ayah, “jika kamu berhenti dalam usia muda, artinya kamu sudah tua,”. Aku pun tidak pernah berhenti mencari jalan di tengah hunian ramai, yang kadang tersesat, tapi langkahku tetap untuk tidak ingin berhenti. Seperti di kitab amsal, ada yang menganggap jalannya lurus, tapi sebenarnya menuju maut.

Entah mungkin manusia yang daif ini terlalu angkuh untuk mengatakan dirinya sedang lemah. Lagipula kalau saja hidup ada pentunjuknya, tentu manusia tidak akan merasa tersesat. Salah siapa ya, manusia dibiarkan  berjalan tanpa arah yang pasti. Pikiran yang melambung dan mimpi yang membumbung sudah terlanjur membawanya pergi, jadi aku biarkan saja kemana arahnya.

Suatu kali aku terdiam dalam lamunan kemudian larut didalamnya. Jika manusia diberikan imajinasi liar yang membumbung, lalu imajinasi itu tidak bisa menjadi sebuah realita. Lalu untuk apa manusia diberikan imajinasi? Ah,  itu mungkin melantur.

Suatu kali seorang pintar berkata, imajinasi lebih penting daripada intelegensi. Tapi mungkin dia sedang berbohong. Sesungguhnya intelegensi bisa membawamu pergi, namun imajinasi hanya bisa membuatmu tertidur sampai pagi.

Bahwa hidup adalah labirin – labirin ruang  dan waktu, suatu ketika tersesat dalam ruangan komplek, kemudian tidak tersadar kamu sedang terjebak di pola waktu yang tidak punya toleransi. Padahal kamu diberi kesempatan untuk mencari jalan keluar di ruangan yang kompleks itu. Imajinasi liar membawamu keluar untuk mendapatkan tempat yang indah daripada di labirin – labirin ruang itu.

Akh.. aku memilihnya untuk membiarkan beradu sampai mati. Menikmati pergolakan dalam gemuruh keracauan imajinasi dan intelegensi. Membiarkannya membumbung ke langit sampai menyentuh bintang kemudian jatuh kembali ke bumi.